Archive for the 'Ilmu Politik' Category

14
Jul
08

Bush Setujui Rencana Serangan Israel ke Iran

Washington – Presiden AS George W Bush telah memberikan persetujuan kepada Israel untuk memulai persiapan serangan militer guna menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Serangan itu akan dilakukan jika semua upaya diplomatik gagal membujuk Iran menghentikan program pengayaan uraniumnya.

Demikian diungkapkan seorang pejabat senior Pentagon kepada media The Sunday Times, seperti diberitakan RTT News.com, Senin (14/7/2008).

Menurut pejabat Pentagon tersebut, Bush telah memberikan ‘lampu kuning’ bagi Israel untuk memulai persiapan penyerangan ke Iran.

“Lampu kuning berarti lakukan persiapan kalian, bersiap untuk serangan dan beritahu kami begitu kalian siap,” kata pejabat tersebut.

Menurut pejabat itu, Bush telah memberi tahu pemerintah Israel kalau dirinya akan mendukung rencana serangan Israel ke Iran jika pembicaraan diplomatik mengenai isu nuklir Iran tak membuahkan hasil.

Namun ditambahkan pejabat itu, AS tidak akan mengerahkan pasukannya untuk mendukung serangan Israel. Jet-jet tempur Israel juga tidak akan diizinkan bertolak dari pangkalan-pangkalan militer AS di Irak.

Pejabat-pejabat Israel sebelumnya telah mengakui kalau mereka tengah mempersiapkan kemungkinan menyerang fasilitas nuklir Iran. Namun ditambahkan, bahwa serangan itu mustahil tanpa persetujuan dari Washington.

Pejabat pemerintah Iran telah mengingatkan, jika fasilitas nuklirnya diserang, maka Iran akan menghancurkan Israel dan 32 pangkalan militer AS di Timur Tengah.
(ita/fiq)

sumber: detik.com

dipersembahkan oleh :

09
Jul
08

McCain: Bunuh Rakyat Iran dengan Rokok

Pittsburgh – Ekspor rokok AS ke Iran diberitakan meningkat selama pemerintahan Presiden George W Bush. Capres AS dari Partai Republik John McCain mengomentari peningkatan tersebut.

Bahkan dengan bergurau, McCain berujar bahwa cara itu mungkin bisa membunuh rakyat Iran.

“Mungkin itu cara membunuh mereka,” kata McCain kepada wartawan saat berkampanye di Pittsburgh, AS seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (9/7/2008).

“Maksud saya itu gurauan, sebagai orang yang tidak pernah merokok selama 28 tahun, 29 tahun,” imbuh McCain seraya tertawa.

Senator Arizona itu menolak berkomentar lebih jauh mengenai peningkatan ekspor rokok AS ke Iran meski hubungan kedua negara dilanda ketegangan.

Ketegangan tersebut terkait dengan isu program nuklir Iran. Washington menuding program nuklir Iran dimaksudkan untuk memproduksi bom atom. Pemerintah Teheran membantahnya. Ditegaskan Iran, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.

Beredar rumor kalau AS ataupun sekutu terdekatnya, Israel berencana melancarkan serangan ke fasilitas nuklir milik Iran.

sumber:

detik.com
(ita/ana)

01
Jul
08

Obama Bukan yang ‘Pertama’

Selasa, 1 Juli 2008 | 07:56 WIB

SENATOR Illinois, Barack Obama, dipastikan menjadi presiden AS kulit hitam pertama jika menang dalam pemilu 4 November 2008 nanti. Tetapi sebenarnya Obama ”bukan” presiden AS kulit hitam yang pertama. Kalimat yang kedua ini berkaitan dengan banyak film layar lebar dan televisi keluaran Hollywood yang memperlihatkan seorang warga AS keturunan Afrika menjadi presiden. Analis bahkan mengatakan, film-film ini akan membantu para pemilih AS memberikan suara bagi kehadiran seorang presiden AS kulit hitam di Gedung Putih. Obama sejauh ini sudah mencatat rekor. Dia menjadi seorang warga kulit hitam pertama yang menjadi calon presiden dari sebuah partai besar, Partai Demokrat. Dan sejarah baru akan terukir begitu Obama bisa mengalahkan saingannya, John McCain, dari Partai Republik. Dan Obama punya peluang menang. Dia selalu unggul dalam jajak pendapat terakhir. Dan film-film Hollywood itu bakal menjadi pendulum suksesnya Obama. John W Matviko, penulis The American President in Popular Culture, seperti dikutip AFP, merasa yakin popularitas mutlak Obama di kalangan pemilih muda merupakan bagian dari faktor film-film keluaran Hollywood itu. Film layar lebar ataupun televisi soal presiden AS berkulit hitam muncul sejak tahun 1933. Aktor Sammy Davis Jr, yang baru berusia tujuh tahun, kala itu sudah muncul dalam komedi Rufus Jones for President. Atau Aktor kawakan Morgan Freeman dalam film Deep Impact tahun 1998 sudah memperlihatkan seorang presiden AS kulit hitam berkantor di Ruangan Oval, Gedung Putih. Kehadiran sosok presiden AS berkulit hitam di film dan televisi yang membuat para pemilih muda terbiasa bukan lagi suatu yang asing. Nuansa ini juga yang membuat mengapa Obama sangat mudah diterima oleh para pemilih muda. Intinya, Obama nantinya bukan seorang presiden AS berkulit hitam yang pertama. ”Salah satu fungsi dari budaya populer adalah memperkenalkan ide-ide sekalipun porsinya hanya sedikit melalui sarana yang secara tradisional sangat bisa diterima. Jadi, meskipun hanya sebentar, pada akhirnya bisa juga diterima,” ujar Matviko. Dan Obama sangat beruntung karena selama ini film atau drama televisi selalu menampilkan seorang presiden AS kulit hitam yang positif. Akibatnya, para pemilih muda di AS punya kesan positif menyangkut kehadiran seorang presiden kulit hitam. Ini yang menjadi bagian dari popularitas Obama di kalangan penduduk atau pemilih usia muda. ”Jadi, pemikiran soal adanya presiden dari kalangan kulit hitam menjadi suatu yang biasa, bukan hanya sebuah isu,” ujar Matviko soal manfaat dari penyajian positif seorang presiden kulit hitam di film dan televisi. Kemenangan dan munculnya Obama jelas suatu yang pasti baik dan positif. Mengubah arus utama Penampilan presiden AS berkulit yang positif banyak membantu mengubah sikap utama (mainstream) di AS soal seorang tokoh kulit hitam. Film The Man tahun 1972 yang dibintangi James Earl Jones merupakan film layar lebar pertama yang menyajikan cerita seorang presiden AS berkulit hitam yang baik. Dan sejak itu, sejumlah film dan drama televisi juga menyajikan peran presiden kulit hitam yang sama. Aktor Dennis Haysbert yang tampil sebagai seorang presiden kulit hitam yang hebat dalam serial televisi 24 yang populer yakin perannya ini sangat berpengaruh. Haysbert kepada surat kabar Los Angeles Times dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengatakan, dia tidak ragu karakternya dalam film itu membantu mengubah sikap utama yang ada. ”Terus terang dan jujur, peran yang saya lakukan dan cara bermain dan cara penulis mengisahkan ini telah membuka mata publik Amerika bahwa seorang presiden kulit hitam sangat hebat dan mungkin saja terjadi,” ujar Haysbert. Karakter presiden AS yang diperankan Haysbert dalam 24 akhirnya terbunuh. Film ini memperlihatkan seorang presiden AS kulit hitam yang berani bersikap dan membuat keputusan tegas yang kadang bertentangan dengan sikap umum. Namun, keputusan ini tepat. Todd Boyd, pakar film dan budaya Afrika-Amerika di Sekolah Seni Sinematika Universitas Southern California, skeptis dengan pengaruh film-film Hollywood pada hasil pemilu presiden 2008. Sedangkan Robert Thompson, profesor budaya populer pada Syracuse University, mengatakan, boleh saja pengaruh film dan serial televisi pada popularitas Obama. Namun, Thompson yakin penampilan yang menawan dan popularitas Obama yang mengakar yang membuatnya menang. ”Morgan Freeman atau Dennis Haysbert memberikan kredit penting bagi Obama, tapi jangan meremehkan karismanya,” ujar Thompson. pieter gero Sumber : Kompas




 

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 7,283 hits

SPEED YOUR PROVIDER

Counter

Visitors

free counters

Who’s Online

Status Online YM

Yahoo Messenger 1

Yahoo Messenger 2

Link Site

My Facebook

Azep Arif's Profile | Create Your Badge Azep Arif's Facebook Profile

GerbangChakra

gccc1

My twitter


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.