AS Uji Coba Robot Terbang Penembak Jitu
Washington – Militer Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan sebuah robot pembunuh canggih yang dapat menembak jitu dari udara. Namanya adalah Autonomos Rotocraft Sniper System (ARSS) yang saat ini tengah giat diujicoba.
Dikutip detikINET dari FoxNews, Jumat (24/4/2009), ARSS adalah robot yang bisa terbang dikendalikan dengan remote control. Bodinya dilengkapi dengan senapan khusus untuk menembak jitu target serangan yang diinginkan.
Yang unik, robot mutakhir ini dikendalikan dari darat dengan memakai pengontrol konsol game Xbox yang telah dimodifikasi. Pengontrol itu ditautkan pada laptop sehingga operator bisa mengamati kondisi saat si robot mengangkasa.
Diharapkan, ARSS yang diklaim dapat membidik target dengan akurat dapat membantu para tentara yang melakukan operasi militer di darat. Robot yang dikembangkan sejak tahun 2005 ini dibuat oleh beberapa pihak seperti lembaga Space Dynamics
Laboratory yang mengembangkan sistem snipernya.
=============================================================================
Jumat, 24/04/2009 09:14 WIB
Kesepakatan perdamaian antara pejuang Taliban dengan pemerintahan Pakistan akan memuluskan rencana Al-Qaidah untuk menyerang pasukan Inggris dan Amerika di Afghanistan, kata salah seorang pejabat barat Kamis kemarin.
Mereka menyuarakan ketakutan mereka setelah Hillary Clinton mengatakan kepada pemerintah Pakistan bahwa Pakistan tidak ada pilihan untuk menantang pejuang Taliban yang telah semakin dekat ke pusat ibu kota Islamabad.
Komentarnya memperkuat tekanan kepada pemerintah Pakistan hanya 24 jam setelah dia menuduh Islamabad ‘menyerahkan’ diri ke Taliban dan dia mengatakan situasi disana akan menjadi ancaman maut bagi keamanan negara AS dan dunia.
Washington dan Islamabad telah berseteru akibat perjanjian perdamaian Pakistan dengan pejuang Taliban di lembah Swat, di mana pemerintah Pakistan telah setuju untuk diterapkannya Syariah Islam di sana dalam rangka meredam perlawanan pejuang Taliban di lembah tersebut. Para menteri Pakistan bersikeras bahwa mereka masih bisa di kontrol dan mereka memerlukan Taliban untuk rekonsiliasi dalam proses politik.
Seorang diplomat barat mengatakan lembah Swat menjadi markas yang aman bagi Taliban dan hanya 60 mil dari pusat kota Islamabad yang akan berpotensi lebih berbahaya daripada mereka di wilayah kesukuan yang dekat dengan perbatasan Afghanistan, karena mereka memiliki infrastruktur dan komunikasi yang lebih baik.”Skenario ‘kiamat’ akan ada, di mana sebenarnya keprihatinan nyata adalah bahwa mereka telah menjadikan tumpuan di bagian utara Pakistan untuk melancarkan serangan ke Afghanistan, India dan Barat,” kata diplomat barat tersebut.
Jurubicara Taliban di Swat pada minggu ini sebelumnya telah mengatakan bahwa Usama bin Ladin dan tokoh-tokoh terkemuka Taliban akan menyambut Swat sebagai “Saudara” dalam perjuangan memerangi pasukan Inggris dan Amerika di Afghanistan.
Menurut diplomat barat di Islamabad, pemerintahan Pakistan harusnya secara efektif mengontrol wilayah Swat dan tetangganya Buner, di mana pihak taliban telah mengklaim administrasi distrik dan polisi setempat disana sudah tidak berfungsi lagi.(fq/tele)
www.eramuslim.com




0 Responses to “News Updatest”